Bertempat di Jakarta Convention Centre , Acara Pertemuan Arahan Presiden kepada Menteri, Kepala Lembaga, Kepala Daerah, Esselon I dan Esselon II Kementerian/Lembaga serta Badan Usaha Milik Negara, tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia yang langsung dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo.

Acara juga diikuti oleh Gubernur, Bupati/Walikota seluruh Indonesia secara virtual. Kabupaten Barito Kuala juga mengikuti kegiatan ini secara virtual terpusat di Aula Media Center Dinas Kominfo Barito Kuala. Hadir dalam kesempatan itu :

Bupati Barito Kuala yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan  Sekretariat Daerah

Kadis Kominfo Kab. Barito Kuala (diwakili Kabid IKP)

Plt. Kadis Koperasi, dan Perindag Kab. Barito Kuala

Kadis Pertanian Kab. Barito Kuala

Kadis Perikanan Ketahanan Pangan Kab. Barito Kuala

Kadis Perkebunan dan Peternakan Kab. Barito Kuala

Kepala Bapelitbang Kab. Barito Kuala (diwakili Kabid Penelitian dan Pengembangan)

Kabag Ekobang Sekretariat Daerah Kab. Barito Kuala

Kegiatan yang berlangsung pada sore hari jam 16.00 WIB – selesai, acara inti diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sambutan Menteri Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Laporan dan Evaluasi Kepala Badan Keuangan dan Pembangunan  M. Yusuf dilanjutkan dengan arahan dari Presiden RI Joko Widodo.

Dalam sambutannya Presiden  Joko Widodo mengatakan bahwa betapa situasi sekarang ini adalah tidak mudah, situasi yang sangat sulit, dan dialami oleh semua negara, Untuk itu sangat diharapkan semua memiliki kepekaan ( sense of crisis ) mengenai keadaan kita dan semua negara sekarang ini.

Ketidakpastian global sekarang ini hampir setiap hari berubah-ubah terus. Begitu Covid-19 selesai, semua negara sebetulnya merencanakan bagaimana pemulihan ekonominya tetapi banyak yang belum selesai, muncul perang di Ukraina dan Rusia. Inilah yang semuanya kita harus memiliki perasaan yang sama, betapa sekarang ini memang keadaan yang tidak mudah, keadaan yang tidak gampang.

Saya berikan contoh. Problem sekarang ini ada dua yang berat, urusan energi (BBM, bensin, gas, listrik) dan yang kedua pangan.

Oleh sebab itu, APBN, APBD, Anggaran yang ada di BUMN, betul-betul harus kita pegang erat agar pemanfaatannya bisa betul-betul fokus ke titik yang kita tuju jangan APBN, APBD untuk beli barang-barang impor.

Presiden juga meminta kepada Gubernur, Bupati, Walikota, Sekda, yang paling penting sekarang adalah bagaimana produk-produk lokal, produk-produk unggulan itu segera bisa masuk pada E-Katalog lokal. Segera. Yang punya E-Katalog lokal, baru 46 pemda dari 514 kabupaten/kota dan 34 provinsi, baru 46 pemda. Padahal untuk membangun E-Katalog lokal ini syaratnya sudah enggak kayak dulu, dulu memang rumit, sekarang sangat simpel.

Dibagian akhir arahannya, Presiden Jokowi sekali lagi mengajak agar kita harus memiliki perasaan yang sama, kepekaan yang sama terhadap situasi yang sangat tidak mudah ini. Dan ini akan ringan kalau kita gotong bersama-sama, kita angkat bersama-sama, dan kita harapkan betul-betul ini menetas dengan terbukanya lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya dan juga mempengaruhi nanti pada growth, pada pertumbuhan ekonomi negara kita, Indonesia.