DPPKBP3A Barito Kuala mengikuti Apel siaga Tim Pendamping Keluarga yang diikuti oleh Hj. Harliani, S.IP, M.Si dan jajarannya. Bertempat di aula media center Diskominfo Barito Kuala pada hari Kamis (12/05/22).

Apel siaga diikuti secara daring serentak di 33 provinsi seluruh Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan sebagai kampanye upaya pencegahan stunting , kesehatan gizi dan pendampingan calon pengantin sebagai gerakan untuk mensukseskan generasi emas tahun 2045 serta mendukung zero stunting di Indonesia.

Adapun Apel siaga Tim Pendamping Keluarga diikuti dengan pengucapan ikrar.
“Ikrar Tim Pendamping Keluarga”
Terdiri dari bidan, kader TP PKK dan kader KB akan bekerja dengan semangat mengedepankan kepentingan masyarakat dan berkomitmen dalam pengabdian untuk melayani keluarga dan masyarakat dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Mendampingi calon pengantin (Catin) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan 3 (tiga) bulan pra-nikah guna memastikan calon pengantin sehat lahir dan batin.
  2. Mendampingi semua ibu hamil untuk memastikan mendapatkan pemeriksaan secara berkala, asupan gizi seimbang serta bersalin di fasilitas kesehatan.
  3. Mendampingi ibu pasca persalinan untuk menggunakan kontrasepsi.
  4. Mendapingi dan memastikan bayi mendapatkan ASI secara penuh sesuai dengan anjuran kesehatan.
  5. Mendampingi ibu dan balita untuk mendapatkan pelayanan posyandu dan pengasuhan orangtua guna mendapatkan pelayanan pendidikan anak usia dini secara holistik dan terintegrasi. (Subang, 12 Mei 2022)

Selain itu, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam sambutannya menyampaikan pentingnya “ikrar” sebagai upaya penurunan stunting serta mengajak tim pendamping Keluarga untuk mengawal serta calon pengantin.

Beliau menekankan angka stunting dapat diturunkan jika calon pengantin mempersiapkan kesehatan dan pre-kontrasepsi yang perlu diperhatikan.

“1.000 (seribu) hari kehidupan pertama yang menentukan kesehatan anak, maka marilah kita perjuangkan kesehatan anak-anak kita sejak dalam perut hingga 1.000 (seribu) hari kehidupan pertama” ucap beliau.

Hasto Wardoyo juga menambahkan 3 (tiga) peyebab stunting , yaitu : gizi kurang bagus, sering sakit-sakitan dan pengasuhan tidak baik. Tidak hanya penyebab, stunting juga melekat pada anak dengan fisik yang pendek, intelektual kurang dan tubuh mudah sakit-sakitan.

Berdasarkan pendataan keluarga, 2021 yang dilakukan oleh lebih dari 700 ribu kader berhasil mendata 66.207.139 kepala keluarga di 33 provinsi dan memetakan keluarga yang terindikasi sebagai keluarga berisiko stunting sebanyak 21.906.625 keluarga.

Karenanya kader KB akan datang kerumah keluarga sasaran untuk melakukan pemutakhiran, verifikasi, dan validasi data selain melakukan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) pencegahan stunting