Kegiatan yang berlangsung pada Jum’at pagi 10 Juni 2022 bertempat di Aula Mufakat Pemda Barito Kuala Marabahan.
Kunjungan TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting ) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang dipimpin oleh ketua Tim Bapak Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhiddin langsung melakukan audiensi dengan Kepala SKPD serta Tim yang menangani percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Barito Kuala dalam menjaring informasi permasalahan stunting dan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Barito Kuala.

Bupati Barito Kuala yang diwakili oleh Bapak Wakil Bupati H. Rahmadian Noor mengucapkan selamat datang di BUMI IJE JELA kepada Tim TPPS Provinsi Kalimantan Selatan.

Wabub dalam sambutannya menyatakan sebagaimana yang diamanatkan Presiden, bahwa perhatian pemerintah di prioritaskan pada pembangunan sumber daya manusia dan menegaskan bahwa dua isu kesehatan utama yang berkualitas, yaitu stunting dan Jaminan Kesehatan Nasional.

Sebagai tindaklanjutnya, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dalam upaya percepatan penurunan stunting telah membuat pernyataan komitmen yang ditandatangani oleh Bupati Barito Kuala dan Kepala Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta pada tanggal 17 September 2020 lalu.

Kabupaten Barito Kuala dalam upaya untuk melakukan percepatan penurunan stunting sudah melakukan beberapa kegiatan antara lain :

  1. Program Permata Bunda, yaitu pemberian makanan tambahan ibu hamil dan anak balita.
    Program Permata Bunda merupakan intervensi gizi spesifik dengan memberikan makanan tambahan pada ibu hamil dan anak balita secara langsung, program ini melibatkan pemerintah desa, dinas instansi terkait dan semua kader serta diatur dalam Perbup nomor 96 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan program permata bunda Kabupaten Barito KualaProgram bidang kesehatan seperti : pemberian tablet tambah darah, Imunisasi, pemberian ASI Exlusif, PHBS dan lainnya.
  2. Untuk jangka panjang, Pemkab Barito Kuala juga melaksanakan intervensi gizi spesifik melalui program ketahanan pangan, pembangunan tempat tinggal yang layak, akses sanitasi dan air bersih, bantuan sosial dan jaminan kesehatan, serta program pemulihan ekonomi melalui program padat karya yang dikolaborasikan melalui program bedah kampung terintegrasi.
  3. Berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk mendapatkan program kegiatan dengan lokus di wilayah Kabupaten Barito Kuala.

Lebih lanjut Wabup menegaskan bahwa dalam menurunkan angka prevalensi stunting khususnya di Kabupaten Barito Kuala ditargetkan semaksimal mungkin bukan hanya menjadi tupoksi jajaran kesehatan atau satu individu semata, akan tetapi diperlukan satu kesatuan yang terintegrasi mulai dari SKPD, camat, kades, pelaku usaha, dan juga elemen masyarakat karena upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara terintegrasi dan konvergen dengan pendekatan multi sektor.

Melalui pertemuan ini diharapkan semua elemen bisa berkolaborasi dalam melaksanakan konvergensi penurunan stunting khususnya di Kabupaten Barito Kuala untuk mewujudkan peningkatan kualitas hidup sumber daya manusia sebab stunting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan badan secara fisik semata, namun juga pertumbuhan cara berfikir bahkan saat dewasa nanti juga mempengaruhi potensi generasi penerus dalam berkarya dan bekerja.

Wabub mengucapkan terimakasih kepada ketua TPPS Prov Kalsel bersama anggota yang melakukan audiensi bersama tim TPPS Kabupaten Barito Kuala.

Sementara dalam sambutannya Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhiddin memberikan apresiasi atas usaha dan kerja keras Kabupaten Barito Kuala untuk menurunkan angka stunting di wilayahnya. Kunjungan tim TPPS Provinsi adalah dalam rangka koordinasi dan berkomunikasi langsung dengan tim TPPS kabupaten untuk mendengar penjelasan agar tidak ada informasi ataupun ”catatan-catatan yang tercecer” karena bisa saja ada perbedaan data/ informasi yang ada di pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dengan data di kabupaten.

Dalam kujungan audiensinya Wagub juga menyampaikan bahwa jika ada strategi dan upaya penurunan stunting di Kabupaten Barito Kuala yang bisa di adove oleh Kabupaten lain maka ini akan menjadi terobosan dalam “berkolaborasi” untuk percepatan penurunan stunting di Kalimantan selatan khususnya dan terpenting semua usaha dan kerja keras semua dapat menjadi ladang pahala dan menjadi amal jariyah tutup beliau.

Wagub Kalsel H. Muhiddin juga berjanji akan kembali datang ke Kabupaten Barito Kuala dengan langsung turun ke lokus yaitu desa dengan angka stunting tertinggi sekaligus beraudiensi dengan masyarakat disana.