Webinar Pengelolaan BLUD Persampahan, dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Asisten II, Kadis PUPR, Kepala Bappelitbang, dan Kadis LH Barito Kuala. Bertempat di Aula Media Center Diskominfo, Kamis (19/05/22).
_
Webinar dipandu oleh moderator R. Wisnu Saputro, Kasubdit BLUD Kemendagri. Tema webinar yang diangkat yaitu, Optimalisasi Pengelolaan BLUD Persampahan.
_
Terkait pembinaan dan pengawasan pengelolaan sampah masuk kedalam Pasal 36 dan 37 Permendagri Nomor 33 Tahun 2010. Singkatnya, Menteri mengkoordinasikan dan melakukan pembinaan atas pengelolaan sampah secara nasional. Gubernur mengkoordinasikan pengawasan dan pembinaan di provinsi. Bupati/Walikota melakukan pengawasan dan pembinaan pengelolaan sampah di kabupaten/kota.
_
Sementara itu permasalahan pengelolaan persampahan menurut data dari PUPR yang disampaikan oleh narasumber Ir. Diana Kusumastuti, M. T adalah belum semua kabupaten/kota memiliki payung hukum terhadap pengelolaan sampah.
_
Dr. Drs. A. Fatoni, M. Si., sebagai narasumber webinar memaparkan data dari Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mei 2022, anggaran terkait penanganan persampahan APBD provinsi dan kabupaten/kota TA 2022 sebesar 5,30 Triliun. Total anggaran terkait persampahan provinsi se-Kalimantan Selatan sendiri sebesar 203,22 miliar.
_
Dalam hal teknis pengelolaan persampahan juga terkendala pada kesulitan mencari lahan, pengelolaan sampah di TPA yang Open Dumping (TPA sistem terbuka) dan penerapan teknologi pengelolaan sampah yang terbatas. Anggaran kabupaten/kota yang terbatas juga menjadi kendala pengelolaan sampah di daerah. Pemahaman masyarakat yang masih rendah turut menjadi tambahan pada permasalahan pengelolaan sampah. Sumber BPS 2018, 72℅ orang Indonesia tidak peduli terhadap pengelolaan sampah.
_
Adapun tanggapan dari Sekretaris Daerah Kab. Barito Kuala Ir. H. Zulkifli Yadi Noor, M. Sc.
Yaitu dalam waktu dekat akan membenahi sampah yang berserakan di luar TPS dan himbauan kembali pada masyarakat untuk membuang sampah pada waktu yang telah ditentukan agar kedepannya pengelolaan sampah lebih optimal.