Home Publikasi Diskominfo
berita-image
ikp
Jumat, 18 September 2020
Wabup Ikuti Vicon Bersama Menko Marves

Wakil Bupati Barito Kuala (Wabup Batola) H Rahmadian Noor mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Covid-19 bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Kamis (17/09/2020). Wabup mengikuti rakor secara virtual di Ruang Monitoring Center Setara Network Diskominfo Batola bersama Kadinkes dr Hj Azizah Sri Widari, Kalak BPBD Sumarno, dan Direktur RSUD Abdul Aziz Marabahan Fathurrahman.

Dalam rapat disampaikan upaya dan langkah-langkah dalam menekan penularan Virus Corona. Menko Marves Luhut B Pandjaitan meminta para gubernur dan provinsi penyumbang angka terbesar penderita Covid-19 untuk menyediakan pusat-pusat karantina bagi pasien OTG maupun bergejala ringan untuk diisolasi. “Saya ingin agar mereka dapat dirawat di pusat karantina supaya tidak berpotensi menularkan kepada keluarga,” ujar Menko Marves melalui Jubirnya Jodi Mahardi saat memimpin rakor. Lokasi yang diusulkan menjadi pusat-pusat karantina adalah kotel bintang 2 atau 3. “Pak Menko minta para gubernur untuk meniru langkah yang telah dilakukan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, pemanfaatan hotel sebagai tempat karantina dapat menjadi solusi terhadap tingginya okupansi ruang ICU di rumah sakit. “Tentang kesiapan hotel saya sudah berkoordinasi dengan daerah apabila anggaran daerah kurang kami bisa membantu untuk penyediaan dengan rekomendasi puskesmas setempat,” jelasnya.

Jubir Menko Marves, menimpali, tak hanya dukungan pusat karantina, kepala BNPB juga diminta Menko pak Doni utuk menyemprotkan disinfektan ke lokasi-lokasi keramaian setiap hari atau dua hari sekali.Selain itu, Menko Luhut juga meminta Kementerian Kesehatan untuk memastikan kebutuhan obat dan terapi yang dibutuhkan untuk kesembuhan pasien-pasien Covid-19 terutama yang kritis.

“Beliau ingin ada standar obat bagi pasien Covid-19 di semua daerah misalnya berkolaborasi dengan RSPAD yang beliau tahu sudah bagus,” papar Jodi.Menurut Jodi, Menko minta sampai akhir tahun pemerintah pusat dan daerah fokus menangani Covid-19 karena mustahil untuk menurunkan jumlah penderita sebelum vaksin atau obat ditemukan, tapi kalau kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah TNI dan Polri bisa dilakukan dengan sistematis maka laju penambahan dapat ditekan, angka kesembuhan dapat dinaikan dan angka kematian bisa turun. Khusus kepada aparat TNI dan Polri, lanjut dia, Menko minta agar operasi yustisi harus benar-benar dilaksanakan secara konsekuen dan disiplin.

berita-image
ikp
Selasa, 15 September 2020
Giliran Pasar Belawang Dikunjungi Tim KIE

* Masih Banyak Belum Pahami Perbup 54/2020

Setelah menggelar monitoring dan evaluasi (monev) ke posko posko Pembatasan Sosial Skala Desa dan Kelurahan (PS2DK) di setiap kecamatan beberapa waktu lalu, Tim Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Barito Kuala (Batola) kini menggelar aksi ke pasar-pasar.

Jika pada tahap Monev kegiatan yang digelar lebih bersifat sosialisasi konsolidasi kepada Tim PS2DK di masing-masing posko di seluruh kecamatan, namun tahap kunjungan ke pasar-pasar ini lebih bersifat aksi langsung terutama terkait penerapan Peraturan Bupati (Perbup) Barito Kuala Nomor 54 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Sabtu (12/09/2020) kemarin, Tim KIE Kabupaten Batola yang berunsur SKPD terkait seperti Satpol-PP (Trimanto SAP), Diskominfo (Rahmayadi SAP), BPBD (Ekuansyah SE), Dinkes (M Rinody Putera SKM), serta dari Humas dan Protokol (Jalirahman) menggelar kegiatan ke Pasar Sungai Seluang Kecamatan Belawang. Kegiatan berupa sosialisasi penerapan Perbup 54/2020 sekaligus memberikan edukasi terkait pencegahan penyebaran Covid-19 ini juga diikuti Camat Belawang Rusdiansyah beserta jajaran dan petugas PMI.

Dengan di-back up Kapolsek Belawang Iptu Gunadi serta Danramil Peltu Sugi Priyono masing-masing beserta jajaran, tim menyisir seluruh kawasan pasar serta bilik hingga gang-gang tempat digelarnya dagangan mulai Desa Sungai Seluang sampai Desa Sungai Seluang Pasar.Sebenarnya, kegiatan di Pasar Sungai Seluang Belawang ini merupakan kegiatan kelima. Tim sudah mulai terjun sejak Selasa (00/09/2020) di Pasar Baru Marabahan, Rabu (09/09/2020) di Pasar Rabu Barambai, Kamis (10/09/2020) di Pasar Sungai Gampa Rantau Badauh, dan Jumat (11/09/2020) di Pasar Danda Jaya Rantau Badauh.

Kegiatan yang dilaksanakan di Pasar Sungai Seluang Belawang ini tak sedikit tim menjumpai pedagang dan pembeli serta warga yang belum mematuhi protokol kesehatan. Masih banyak warga tak mengenakan masker serta masker yang digunakan tidak sesuai kelayakan. Bagi yang kedapatan melanggar, tim memberlakukan sanksi berupa teguran, diharuskan menggunakan masker dari pemberian tim, hingga sanksi-sanksi fisik berupa melakukan push up, gerakan jongkok berdiri, menjawab pertanyaan terkait lambang dan simbol negara hingga melafalkan teks Pancasila.

Koordinator Sosialisasi Tim KIE Kabupaten Batola Pasar Sungai Seluang Kecamatan Belawang, Trimanto SAP menilai, kegiatan di pasar-pasar cukup efektif dalam rangka penerapan protokol kesehatan serta mencegah mata rantai penyebaran Covid-19.Mengingat, sebut Kabid PPHD Satpol-PP Batola itu, sosialisasi yang digelar di pasar cukup banyak diketahui warga. Sehingga informasi yang mereka terima bisa disampaikan lagi ke masyarakat tempat tinggal masing-masing.“Kecenderungan masyarakat kita setiap informasi yang diterima biasanya diceritakan kembali ke warga tempat tinggal,” papar Trimanto sembari menambahkan, lebih-lebih informasi tersebut berkaitan ketentuan pemerintah yang mengandung sanksi sesuai ketentuan Perbup 54/2020.

berita-image
ikp
Selasa, 01 September 2020
Giliran Mandastana Dikunjungi Tim KIE

Tim Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) kembali melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev), Senin (03/08/2020). Kali ini giliran Kecamatan Mandastana yang mendapat kunjungan. Di kecamatan ini terpilih sebagai zona hijau Desa Karang Bunga, sedangkan zona merahnya Desa Puntik Dalam.

Kehadiran tim yang berunsur Diskominfo diwakili Kabid Statistik dan Persandian H Arief Wisuda Wardana, Dinkes Kabid Kesehatan Masyarakat Chandra Wijaya, dan sejumlah staf dari BPBD, Satpol-PP, serta Humpro di Posko Pembatasan Sosial Skala Desa dan Kelurahan (PS2DK) Desa Karang Bunga diterima Plt Camat Mandastana Akhmad Husaini, Kapolsek Ipda Maryono, Danramil Peltu Inf Muhabib, Kepala Puskesmas Subli, dan Kades Surino beserta sejumlah relawan.

Setelah mengadakan pertemuan di Posko PS2DK Karang Bunga tim yang didampingi camat dan unsur forkopimcam melanjutkan monev ke Desa Puntik Dalam sembari melakukan sosialisasi dan himbauan terkait Covid-19 kepada masyarakat melalui mobil keliling. Di Posko PS2DK Puntik Dalam tim beserta camat dan unsur forkopimcam diterima Kades Puntik Dalam Sutrisno dan para anggota tim relawan.

Dalam pertemuan, Kabid Statistik dan Persandian Diskominfo H Arief Wisuda Wardana menguraikan tujuan monev yang dilaksanakan tim. Ia mengatakan, kegiatan monev pada dasarnya lebih bersifat sharing sekaligus menerima saran dan masuk guna memberikan penyadaran kepada masyarakat dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Mengingat dalam kenyataan di lapangan yang lebih mengenali dan mengetahui permasalah atau kendala para tim yang bertugas di posko-posko.

H Arief juga menjelaskan keberadaan Tim KIE yang terlibat dalam kegiatan yang terbagi 2 di antaranya ada yang melaksanakan monev ke posko dan ada yang bertugas menyampaikan sosialisasi informasi terkait penanggulangan Covid-19 ke masyarakat melalui mobil keliling. Sementara kominfo sendiri, sebutnya, dalam tugas dan fungsinya mengupayakan terjalinnya komunikasi dan informasi yang aktif baik desa atau kecamatan yang menghubungkan ke pemerintah kabupaten baik berupa informasi, kabar, atau apa saja yang berhubungan covid agar bisa secepatnya diketahui pimpinan.Untuk itu setiap posko diharapkan memiliki jaringan internet baik yang disiapkan desa/kecamatan melalui kominfo maupun dari jaringan provider seperti telkomsel, exel, IM3 dan lainnya supaya memudahkan penyampaian informasi yang cepat dan efektif.

Terkait masalah kesehatan, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Batola Chandra Wijaya mengutarakan, masalah kesehatan saat ini juga sangat tergantung pada perkembangan informasi dan komunikasi, terutama yang berhubungan dengan pesan-pesan kesehatan.Menurut Chandra, untuk bidang kesehatan paling tidak terdapat 11 indikator dalam menumbuhkan posko kesehatan di antaranya penerapan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), penerapan SOP dalam menyikapi pandemi Covid-19, penerapan SOP keluar masuk kampung, masuk rumah, warga rentan dan sebagainya.“Intinya dari pengamatan pada monev ini hampir 80 persen sudah memenuhi unsur. Jadi saya rasa tim relawan tinggal mengintensifkan bidang promotif dan preventif mengingat belum ada obat pasti terkait pencegahan Covid-19 ini,” paparnya.

Plt Camat Mandastana, Akhmad Husaini SE mengucapkan terima kasih kepada tim relawan yang sudah bekerja sama dengan baik terlebih kapolsek serta danramil yang senantiasa aktif mendukung penerapan pencegahan penyebaran Covid-19.Ahmad Husaini juga memohon arahan tim kabupaten dalam penerapan Posko PS2DK, paling tidak memberikan motivasi agar relawan semakin lebih bersemangat menjalankan tugas dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Camat mengibaratkan tim relawan sebagai tim Power Rangers yang ketika ada masalah menyatu menjadi satu kekuatan sinergi termasuk bersama jajaran polsek, koramil, dan puskesmas.

Monev dan sosialisasi di Mandastana ini merupakan kecamatan kedelapan yang dikunjungi Tim KIE GTPP Covid-19 Batola. Sebelumnya tim telah mengunjungi Kecamatan Kuripan, Tabukan, Marabahan, Bakumpai, Cerbon, Rantau Badauh, Barambai, dan Wanaraya. Dalam kunjungannya tim juga membagikan masker dan brosur himbauan baik di perjalanan maupun kepada masing-masing posko.

berita-image
ikp
Minggu, 23 Agustus 2020
Tim KIE Monitoring di Posko PS2DK Lepasan

Tak kenal lelah. Ungkapan ini sepertinya layak disematkan kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGPP) Covid-19 Barito Kuala (Batola). Berbagai upaya ditempuh tim yang diketuai Bupati Batola Hj Noormiliyani AS dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Bumi Ije Jela. Sejumlah program pencegahan telah dan terus dilakukan, termasuk melalui pembentukan Posko Pembatasan Sosial Skala Desa dan Kelurahan (PS2DK) serta dibentuknya Tim Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Melalui Posko PS2DK diharapkan semakin memotivasi kesadaran warga untuk turut berpartisipasi dalam mengantisipasi dan menanggulangi penyebaran wabah virus corona.

Sementara Tim KIE berperan untuk semakin memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat tentang Covid-19 serta menangkal berita-berita hoax dengan target sasaran terutama daerah-daerah terkonfirmasi positif.Seperti yang dilakukan, Kamis (23/07/2020), Tim KIE GTPP Covid-19 Batola melakukan kunjungan ke Kecamatan Bakumpai.

Tim yang berunsurkan SKPD terkait seperti Diskominfo, BPBD, Dinkes, Humas, Satpol-PP, dan media massa itu selain berisi sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat melalui mobil keliling sekaligus melakukan monitoring di Posko PS2DK Kelurahan Lepasan dan Desa Balukung.

Kehadiran tim yang diketuai Kabid Statistik dan Persandian Diskominfo H Arief Wisuda Wardana, Sekretaris BPBD Agus Bintoro dan beberapa staf terkait ini diterima Camat Bakumpai Kartayudi dan unsur forkopimcam, Lurah Lepasan Yusni Efendi, Kepala Puskesmas H Ramli Skep NS beserta sejumlah staf. Dalam pertemuan tim menanyakan perkembangan serta upaya-upaya terkait penanganan covid-19 baik melalui promkes, sosialisasi, edukasi, gerakan masyarakat, serta langkah-langkah nyata berupa penyemprotan desinfektan hingga pembagian masker.

Camat Bakumpai Kartayudi mengaku keberadaan Posko PS2DK banyak memberi manfaat langsung maupun penyadaran dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat. “Kami merasa bangga atas penanganan yang dilakukan. Setidaknya di tempat kami ini ada tiga warga yang menjalani isolasi mandiri dan ternyata mengalami kemajuan,” katanya.

Tambah bangganya lagi, lanjut dia, di tengah sulitnya ekonomi masyarakat tidak mampu mendapatkan bantuan sembako. Kartayudi mengatakan, adanya bantuan sembako sangat memberi arti bagi masyarakat. Terlebih dalam situasi musim tanam seperti sekarang.

Di akhir pertemuan Tim KlE menyerahkan masker serta brosur himbauan kepada Posko PS2DK yang diterimakan Lurah Lepasan Husni Efendi. Kegiatan monitoring serta sosialisasi Tim KIE GTPP Covid-19 Batola di Kelurahan Lepasan Kecamatan Bakumpai ini merupakan keempat kalinya. Sebelumnya tim juga melakukan kunjungan di Kecamatan Kuripan, Tabukan dan Marabahan.

berita-image
ikp
Sabtu, 11 Juli 2020
Inspektur Kab. Batola Mengikuti Vicon di Diskominfo Kab. Batola

Inspektur Kab. Barito Kuala bersama dengan Kepala Dinas PMD dan Kepala Dinas Sosial, Selasa
(07/07/2020) menghadiri kegiatan video conference perihal penyampaian hasil cleansing dan analisis
data BNBA Bansos di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.


Selain dari Kabupaten Barito Kuala, video conference ini juga diikiuti oleh 12 Kabupaten/Kota yaitu, Kota
Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kab. Tanah Laut, Kab. Kotabaru, kab. Banjar, Kab. Tapin, Kab. Hulu Sungai
Selatan, Kab. Hulu Sungai Tengah, Kab. Hulu Sungai Utara, Kab. Tabalong, Kab. Tanah Bumbu dan Kab.
Balangan.


Video conference yang diadakan di aula Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Barito Kuala ini dalam hal menindaklanjuti
pelaksanaan kegiatan cleansing dan analisis data BNBA Bansos APBN, Bansos APBD dan Bansos APBDes
sesuai dengan surat Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan perihal permintaan Data
Penerima Bantuan Sosial dari APBD dan Bantuan Sosial dari APBDes.